Pengemplang Pajak

Di Indonesia pada saat ini sudah banyak perusahaan – perusahaan yang semakin besar, namun kewajiban-kewajiban yang harus di penuhi tidak sepenuhnya di jalankan seperti pembayaran pajak.

Contohnya Kasus pengemplangan pajak tidak melulu didominasi pihak swasta yang mencapai 91 perusahaan. Tercatat ada sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Tanah Air yang ketahuan menunggak hingga Rp 5,4 triliun.
para penunggak pajak tersebut memiliki kategori berbeda-beda yakni perusahaan yang sudah selesai membayar pajak, tetapi belum rapi dalam pencacatan di Kantor Pajak, atau  masih dalam sengketa pajak, atau kategori perusahaan yang memang rugi sehingga PPN menunggak.
Sejumlah BUMN yang masih mengalami sengketa pajak melalui pengadilan yakni  PT Merpati Nusantara, PT Angkasa Pura II, PT Istaka Karya, serta PT Gapura Angkasa. Semuanya masih beradu dengan Ditjen Pajak soal sengketa tunggakan pembayaran senilai Rp 4,91 triliun. Sedangkan, untuk BUMN yang dianggap menunggak lantaran perbedaan persepsi dengan Ditjen Pajak adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Kereta Api (PT KA) senilai Rp 395 miliar.
Sementara, empat BUMN ada yang tetap mencicil tunggakan meliputi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV, Merpati Nusantara, PT Djakarta Lloyd dan LKBN Antara senilai Rp 464,6 miliar. Kendati demikian, ada BUMN yang kelebihan membayar pajak, yaitu PT Pertamina sebesar Rp 13,7 triliun pada periode 2003-2008.  (Data di dapat dari harianjoglosemar.com)
seharusnya hukum di Indonesia bisa lebih tegas memerangi para pengemplang pajak yang mengakibatkan pendapatan Negara dari pajak berkurang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: